<?xml version="1.0" encoding="iso-8859-1"?>
<!-- generator="FeedCreator 1.7.2" -->
<rdf:RDF
	xmlns="http://purl.org/rss/1.0/"
	xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
	<channel rdf:about="http://www.andimiswar.name/home">
		<title>Joomla! powered Site</title>
		<description>Joomla! site syndication</description>
		<link>http://www.andimiswar.name/home</link>
		<image rdf:resource="http://www.andimiswar.name/home/images/M_images/joomla_rss.png" />
	   <dc:date>2010-09-07T00:48:42+01:00</dc:date>
		<items>
			<rdf:Seq>
				<rdf:li rdf:resource="http://www.andimiswar.name/home/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=17&amp;Itemid=2"/>
				<rdf:li rdf:resource="http://www.andimiswar.name/home/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=16"/>
				<rdf:li rdf:resource="http://www.andimiswar.name/home/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=12&amp;Itemid=2"/>
			</rdf:Seq>
		</items>
	</channel>
	<image rdf:about="http://www.andimiswar.name/home/images/M_images/joomla_rss.png">
		<title>Powered by Joomla!</title>
		<link>http://www.andimiswar.name/home</link>
		<url>http://www.andimiswar.name/home/images/M_images/joomla_rss.png</url>
	</image>
	<item rdf:about="http://www.andimiswar.name/home/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=17&amp;Itemid=2">
		<dc:format>text/html</dc:format>
		<dc:date>2009-10-03T07:16:20+01:00</dc:date>
		<dc:source>http://www.andimiswar.name/home</dc:source>
		<title>FB dan batik lokal </title>
		<link>http://www.andimiswar.name/home/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=17&amp;Itemid=2</link>
		<description>Adalah Abubakar Hadado (http://banuabaru.blogspot.com/) yang memosting soal batik di FB. Topik ini kemudian menjalar menjadi sebuah diskusi panjang dan menarik. Walaupun beberapa komentar out of topic [oot], namun tetap saja diskusi &amp;ldquo;liar&amp;rdquo; ini bisa menjadi inspirasi bagi kita di Sulteng untuk pengembangan batik lokal. Untuk pengembangan batik lokal, Disperingdakop kota Palu sudah berupaya mengembangkan industri batik lokal. Melalui Camat Palu Utara yang saat itu dijabat Sudaryano Lamangkona (http://sudaryano.blogspot.com/) sudah melakukan pembinaan dan bantuan permodalan beberapa pengrajin lokal-khususnya di Palu Utara&amp;ndash; dan mendatangkan seorang tutor dari Pulau Jawa. Menurut Anno- sapaan akrab Sudaryano&amp;ndash;sampai saat ini, kelompok tersebut telah mendapat order dari sejumlah sekolah untuk seragam batik. Namun, kata Anno yang saat ini menjabat Kadis Pariwisata Kota Palu, kendalanya saat ini soal dana produksi untuk membeli bahan baku [....] </description>
	</item>
	<item rdf:about="http://www.andimiswar.name/home/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=16">
		<dc:format>text/html</dc:format>
		<dc:date>2009-10-03T07:11:42+01:00</dc:date>
		<dc:source>http://www.andimiswar.name/home</dc:source>
		<title>Sudah batik[kah] anda hari ini? </title>
		<link>http://www.andimiswar.name/home/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=16</link>
		<description>PAGI ini saya memutuskan untuk menikmati secangkir kopi Toraja di Toragila Caf&amp;eacute; (http://toragilacaferesto.blogspot.com/). (http://toragilacaferesto.blogspot.com/)  Dengan fasilitas hotspot wi-fi gratisan caf&amp;eacute; yang berada di mall Tatura (http://malltatura.com/)  ini, saya mulai menjelajahi internet. Seperti biasa, dimulai dari portal berita, lalu ke Kaskus (http://kaskus.us/), (http://kaskus.us/)  webblog, dan Facebook [fb]   . Beberapa fber [baca:pengguna fb] menulis status soal batik. (http://id.wikipedia.org/wiki/Batik) Ya, memang sebelumnya di jejaring sosial ini banyak membahas soal batik. Disarankan untuk menggunakan foto profil batik pada tanggal 2 Oktober. Saya pun berpikir untuk berstatus batik. Masih dari fb, beberapa fber (http://www.facebook.com/profile.php?id=1066086053 ref=mf)  melaporkan penampakan batik dimana-mana. Fenomena ini sangat positif untuk memulai budaya batik atau secara substansial mencintai karya bangsa sendiri. Ada apa dengan batik? Hari ini  [2/10/2009] UNESCO (http://www.kontan.co.id/index.php/nasional/news/21206/UNESCO-Batik-Adalah-Bentuk-Budaya-Bukan-Warisan-Manusia)  mengukuhkan batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Dunia (World Heritage). Pengukuhannya memang dilakukan di Perancis, namun pada 28 September 2009 penetapannya sudah akan dirilis.  Beberapa kalangan bahkan menyerukan tanggal 2 Oktober sebagai hari batik nasional [....]  </description>
	</item>
	<item rdf:about="http://www.andimiswar.name/home/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=12&amp;Itemid=2">
		<dc:format>text/html</dc:format>
		<dc:date>2009-01-01T18:56:18+01:00</dc:date>
		<dc:source>http://www.andimiswar.name/home</dc:source>
		<title>Menikmati “Sepotong Surga” di Bibir Teluk Palu</title>
		<link>http://www.andimiswar.name/home/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=12&amp;Itemid=2</link>
		<description>Aroma laut yang berhembus bersama angin, membelai wajahku sore itu. Riak ombak tak begitu besar, namun terdengar iramanya memecah di tanggul.  Saya mencoba serileks mungkin dengan menyandarkan kepala pada kursi plastik biru. Ya, pantai Talise, tempat yang tak pernah membosankan untuk melepaskan penat dan rantai rutinitas. Melihat gunung dan pantai dalam waktu yang elementer menimbulkan sensasi tersendiri.  Landskap alami itu dipermanis dengan kehadiran sebuah jembatan berwarna kuning yang membentang di atas hulu sungai Palu. Sebuah kombinasi yang mengundang decak kagum. Wallpaper yang biasa ditemui di layar komputer, kini ada di depan mata. Nyata!  Seorang kawan kepada saya pernah mengatakan: Jika ingin gebetan anda jatuh cinta, bawalah ke pantai Talise saat matahari terbenam dan nyatakan perasaaan anda kepadanya. &amp;ldquo;Saya sangat yakin dia akan jatuh cinta kepada anda dalam suasana itu,&amp;rdquo; sarannya dengan yakin. Saya hanya mengiyakan dalam hati kala itu.  Sembari menyeruput secangkir sarabba (air jahe dicampur sedikit santan dan susu) di bawah langit senja yang berwarna jingga, saya menyantap jagung bakar yang dioles mentega. Sore yang sempurna untukku.  Semakin sore, pengunjung kian bertambah. Mulai dari pasangan muda-mudi, mahasiswa yang pulang dari kampus, suami isteri dan anaknya serta pekerja yang pulang sore. Mereka tumplek sepanjang pantai Talise untuk sekedar menikmati pemandangan ataupun mencicipi menu yang disediakan cafe gerobak di sepanjang pantai.  Mulai dari jagung bakar, pisang goreng, pisang gepe sampai minuman penambah energi. Semuanya tersedia di kawasan itu.Tak salah jika ini menjadi tempat favorit warga kota Palu untuk mengisi waktu senggangnya [&amp;hellip;]</description>
	</item>
</rdf:RDF>
